Salah Satu Penyebab Samyong Mati Secara Mendadak


Assalamualaikum wr.wb.
Bismillahirrahmanirrahim
Semoga bisa membantu dan bermanfaat untuk Samyong Lovers. Langsung saja ya, gak usah bertele-tele. Sembilan puluh persen samyong memiliki luka seperti foto dibawah ini, Biasanya luka tersebut berada disekitar pangkal leher dan sekitar pangkal sayap, intinya periksa sajalah seluruh anggota badan samyong. Luka2 tersebut diakibatkan dari gigitan kutu, banyak orang menyebut nama kutu tersebut ” Kutu Monyet ” selanjutnya saya sebut kutu kupret sj, gak enak sekali bahasanya. Kutu kupret ini,  jika menempel pada kulit manusia sangat susah dihilangkan, jangankan menggunakan sabun, menggunakan anti nyamuk lotion seperti autan pun jika sudah mulai menggigit akan susah sekali lepas. Karena sebagian dari tubuhnya masuk dalam kulit. Cara paling ampuh untuk menghilangkan kutu kupret ini adalah dengan cara mengambil/mencabut satu demi satu kutu kupret tersebut. Untuk sementara ini saya TDAK ADA CARA LAIN untuk menghilangkannya. Begitu juga jika kutu kupret ini bersemayam dalam burung peliharaan kita.

Al-hamdulillah dan jangan khawatir, selama itu samyong sudah melewati karantina saya, samyong sudah 90% terbebas dari kutu kupret tersebut. Khususnya yang sudah semi vor, apa lagi yg sudah ngevor total.  Tapi demikian, anda tetap harus selalu mengontrol secara teratur, menjaga kebersihan pakan dan sangkar. Saya manusia biasa, siapa tahu ada yang terlewat, maka dari itu sebaiknya sering-seringlah periksa burung anda.

MAKANYA BELI DARI SAYA YA AGAN2…. NIH NO HP SAYA 087863689016. NANTI SAYA KASIH JUGA CARA JITU AGAR SAMYONG SEHAT,GACOR DLL. SYARATNYA BELI DULU DONG SAMYONG DARI SAYA….. JANGAN KHAWATIR KENA TIPU, JIKA ANDA RAGU SEBELUM BERTRANSAKSI SILAHKAN KONTAK DAN MINTA FOTOCOPY KTP/SIM ATAU ID LAIN YG DIPERLUKAN. ENAK LAGI KALO ADA REKENING BERSAMA.

Alamat FB

arief.saiful.37@facebook.com

http://ariefsas83.wordpress.com

 

Hati-hati saat memegang samyong, jauhkan dari are wajah, khususnya mata, ada kejadian karyawan saya, saat memeriksa samyong/mencabuti kutu kupretnya, samyong terlalu dekat dengan mata, alhasil mata karyawan saya terkena patokan samyong, beruntung tidak mengenai bola matanya.

Ini baru salah satu dari kemungkinan misteri yang meneyebabkan burung kesayangan kita mati secara mendadak. Sebelum dan sesudahnya saya mohon maaf jikalau dalam penyampaian saya agak sedikit betele-tele dan berbau iklan.

kutu kupret

Kutu-Kutu itu berbentuk seperti difoto

SAM_0037

Cara Membasmi kutu tersebut harus diambil langsung ngegunakan pinset

SAM_0041B  E   R   S    A   M   B   U   N     G…………….

Ayo isi pollingnya

 

SAMYONG


Menurut John Mc Kinnon dkk, burung endemik Indonesia ini berhabitat di Nusa Tenggara. Berukuran sedang, kira-kira 18-20 cm. Burung jantan mempunyai warna bulu hijau zaitun, ekor berwarna gelap, kepala berwarna hitam dan tenggorokan tidak berbulu berwarna merah. Burung betina memiliki warna bulu hijau kekuningan, kepala abu-abu tua dan tenggorokan mempunyai bulu. Burung pengicau asli Indonesia ini menyukai hutan hutan kering dataran rendah dan mencari makanan berupa serangga dicabang-cabang pohon.

sambyong jantan kiri dan betina kanan dialam bebas

sambyong jantan kiri dan betina kanan dialam bebas

UNTUK LEBIH JELASNYA SILAHKAN MASUK DITAB SAMYONG

VIDEONYA BISA DILIHAT DISINI http://youtu.be/SoeRhnj7JiM

ADA VIDEO TERBARU SAMYONG VS MURAI http://www.youtube.com/watch?v=XtDjLrUmMU4

CUCAK TIMOR


Bersumber dari Wikipedia Cucak timor, Philemon buceroides, adalah burung dalam keluarga Meliphagidae. Burung ini juga dikenal sebagai koak kao di daerah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Burung ini pada habitatnya ditemukan di Australia dan Indonesia. Habitat asli burung ini adalah daerah kering hutan subtropis hingga tropis, hutan lembap dataran rendah, dan daerah hutan bakau. Salah satu daerah konservasi cucak Timor ini adalah di taman buru Pulau Moyo, NTB.

Burung ini menjadi maskot Kota Mataram sehingga dalam lambangnya terdapat gambar cucak timor.

Makanan utama dari burung ini adalah nektar atau madu dari bunga, buah-buahan berdaging tebal seperti pisang dan pepaya, serta serangga dan ulat-ulat kecil. Koak kiau termasuk burung polimator yang membantu penyerbukan tanaman, karena hidup mereka di antara dedaunan dan bunga-bungaan.
Pasangan burung koak kiau membangun sarang pada cabang / ranting pohon dengan ketinggian 7,5 – 12 meter dari permukaan tanah. Jumlah telur yang dihasilkan 2 – 3 butir, berwarna merah jambu pucat dengan bercak-bercak kecokelatan. Setelah menetas, burung muda akan tetap bersama induknya sampai bisa mencari makan sendiri.

cucak timor

ANIS KEMBANG


220px-Geokichla_interpres_1838
Deskripsi badan dan suara
Anis kembang (Zoothera interpres) atau yang juga dikenal dengan sebutan punglor kembang atau juga anis cacing hidup di hutan-hutan Asia Tenggara. Ia termasuk spesies burung penyanyi dalam famila Turdidae. Anis kembang merupakan spesies yang monotipe.
Awalnya ia diklasifikasikan sebagaia spesies Risiko Rendah oleh IUCN. Riset terbaru menunjukkan ia lebih sedikit daripada yang kita percayai selama ini. Akibatnya, ia mendapat status Hampir Terancam pada 2008.
Anis kembang termasuk burung yang monomorfik. Yakni, jantan dan betinyanya kelihatan sama. Ia dapat dibedakan melalui mata dan kelopaknya, bulu dan cara berdirinya. Panjang tubuh anis kembang adalah 16 cm dan merupakan jenis anis paling kecil yang dikenal oleh penggemar dan hobiis burung. Berwarna hitam, putih, dan coklat berangan. Mahkota dan tengkuk berwarna coklat kemerah-merahan, mantel dan punggung berwarna abu-abu kehitam-hitaman. Dada juga berwarna kehitaman, sayap dan ekor kehitaman, dengan dua garis putih di sayap yang mencolok, pipi abu-abu dengan tanda puti, perut berwarna putih dengan bintik hitam di sisi tubuh. Ia tampak menarik dengan ekornya yang juga pendek
Untuk ciri fisik, apabila mata anis kembang menonjol, itu tandanya burung jantan. Namun, apabila datar matanya, maka itu adalah anis betina. Bulu anis yang jantan berwarna lebih tegas dan lebih gelap. Selain itu, anis kembang betina hanya memiliki bulu yang berwarna putih di pantatnya. Akan tetapi, pada anis jantan terdapat bulu beberapa baris berwarna hitam yang berlekuk menyerupai pola berbentuk awan. Ekornya juga panjang. Postur tubuhnya panjang serasi, tulang belakang dan supit kecilnya rapat. Yang terakhir, tubuh anis kembang betina cenderung lebih bulat daripada yang jantan dari leher, dada, hingga perut membentuk huruf C. Namun, bentuk tubuh jantan lebih rata badannya. Jantan cenderung berdiri dengan merapatkan kakinya. Namun, betina berdiri dengan sedikit merenggang dan menunduk. Kicauannya sangat merdu, yakni choo-ee-chew, choo-ee-chu-choo, mirip dengan anis merah. Apabila ada bahaya, ia membuat suara keras berdering “tirrr-tirrrrr”. Anis kembang jantan memiliki suara yang lebih jelas dan lantang daripada betinanya.

Persebaran dan habitat

Di Sumatera, burung ini umum di Pulau Enggano; di Kalimantan dan Jawa kadang-kadang terdapat di hutan dataran rendah; di Bali kadang ditemukan di hutan perbukitan; di Lombok (200 – 1300 mdpl.), Sumbawa (200 – 1000 mdpl.), dan Flores (dataran rendah sampai 1000 mdpl.). Cukup umum menghuni hutan primer, hutan sekunder yang tinggi, hutan rusak, petak-petak hutan yang terisolasi, dan lahan budidaya dengan banyak pohon.

Perilaku
Burung ini dikenal pemalu, sehingga sulit untuk dilihat. Tapi, pada saat berkicau, ia juga jarang kelihatan karena bersembunyi. Burung ini hidupnya soliter, walau terkadang berpasangan. Namun, apabila di musim kawin, ia ganas terhadap sesama jenisnya. Burung ini memakan serangga kecil, siput air, cacing, dan buah. Ia menyukai buah-buahan seperti pir, apel, tomat, dan pepaya. Buah pepaya mengandung Vitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu, buah pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah seperti anis kembang. Ia juga dinamakan anis cacing oleh sebab perilaku hidupnya yang suka memakan cacing.0 Dalam mencari makan, biasa mengendap-endap diantara tumpukan daun di lantai hutan dan pohon-pohon yang berbuah.
Anis kembang berkembang biak pada bulan April-Mei. Dalam satu musim kawin, betinanya akan bertelur sebanyak 3-4 butir. Telurnya bercangkang putih dengan bercak abu-abu dan coklat.

Dalam kebudayaan
Di Indonesia, eksistensi burung ini sebagai burung kontes meningkat di akhir tahun 90an. Sebagian besar anis kembang yang ada di pasaran asalnya dari Tasikmalaya, Sukabumi, Jawa Timur, Sumbawa dan Kalimantan.

Rusli Turut menulis dalam bukunya, bahwa anis kembang merupakan burung yang ditangkarkan selain jalak suren atau jalak putih. Ia juga mencatat bahwa spesies yang berada di Jawa Timur dan Jawa Barat juga memiliki perbedaan kualitas baik dari ukuran hingga kicauannya.

Konservasi

Baik secara nasional maupun internasional, burung ini belum dilindungi undang-undang. Kenyataan di lapangan mengatakan perdagangan anis kembang telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Menurut catatan BirdLife Indonesia, pada tahun 1994 gubernur NTB waktu itu, Warsito mengeluarkan larangan terhadap perdagangan burung itu. Namun, hingga saat ini, perdagangan punglor kembang ini semakin marak saja. Walaupun demikian, BirdLife juga mencatat burung ini masih dapat ditemukan di Flores,sumbawa dan Kalimantan.

Mengutip dari artikel omkicau.com berikut ini adalah ciri-ciri anis kembang Sumbawa

Warna trotol di bagian dada terlihat ngeblok dan cenderung tidak beraturan. Bulu putih pada sayap tertata rapi membentuk bulatan-bulatan seperti mega (pada gambar di bawah, silakan cermati bagian pangkal sayapnya yang berwarna putih). Bodi AK Sumbawa juga lebih bongsor.

ak-sumbawa
ANIS KEMBAN SUMBAWA
[ Foto :Om Jayanz Tabanan Bali ]

UNTUK MELIHAT VIDEO ANIS KEMBANG KOLEKSI SILAHKAN LIHAT DI http://youtu.be/4VNGun0j3Y4